Rindu.
Tak pernah padam walau sudah berganti masa.
tak pernah lelah berharap walau sering dikecewakan.
Rindu, akankah kau tetap disini?
Akankah aku tetap merindukan orang yg sama?
aku berharap
Rindu
bolehkan aku mrindukan senyumnya?
Bolehkah aku merindukan lelahnya?
Bolehkah aku merindukan dia?
Dia yg datang dengan senyum dan lelah
dia yg datang bersama sepedanya
dia yg dengan puas meneguk air segar
Rindu, sampaikan rindu ini padanya
semoga ia tetap terjaga.
didarat dan udara
bersama sayap kokoh yg mengharukan
doaku untuknya
Minggu, 21 September 2014
Manuk Londo (Malon), Unggas Bule Rasa Lokal
Satu referensi kuliner unggas dengan rasa bervariasi.
Cupuwatu resto, restoran dengan menu unggulan Manuk Londo (Malon) yang diolah
dengan berbagai varian. Malon adalah unggas berasal dari Perancis (Franch Quail). Malon mengandung protein
lebih besar dari bebek dan kandungan kolesterol yang lebih rendah dari bebek. Malon
bisa menjadi altenatif makan enak untuk para penderita kolesterol atau penyakit
semacamnya tanpa harus mengkhawatirkan kolesterol.
Dari sekian banyak menu yang ditawarkan, Malon menjadi salah
satu hidangan favorit pengunjung. Malon ala Cupuwatu Resto disajikan dengan
berbagai varian rasa. Malon BBQ, Malon ala peking, Malon bumbu kuning, Malon bakar klaten, Malon Halilintar, Mie
Malon, dan Gudeg Malon. Daging malon yang lembut dan bumbu yang meresap menjadikan setiap hidangan terasa membekas dilidah.
Malon BBQ menjadi salah satu menu favorit di restoran ini.
Malon BBQ disajikan dengan nasi putih, rebusan kacang polong, wortel, dan
jagung serta tidak ketinggalan saus khas barbeque.
Kesan pertama merasakan Malon BBQ sangat empuk dan manis yang pas. Rasa manis
ini akan terasa sampai ke tulang. Daging Malon yang empuk dengan bumbu yang
meresap menjadikan hidangan ini terasa nikmat.
![]() |
| Malon BBQ (27500) |
Varian Malon disajikan dengan rasa - rasa unik. Malon Bumbu Kuning menghadirkan rasa gurih sedangkan malon Halilintar disajikan dengan rasa pedas seperti namanya. Mie Malon juga salah satu variasi masakan untuk para pecinta mie. Rasa malon yang lezat sepanjang mie yang tersantap.
Salah satu yang unik dari varian Malon adalah Gudeg Malon. Kuliner khas jogja yang divariasikan dengan Malon. Tanpa mengurangi ke-khas-annya, gudeg malon tetap menjadi satu khas dari restoran ini, Gudeg Malon bisa juga di jadikan oleh-oleh untuk para pelancong yang sedang mengunjungi Yogyakarta.
Menu baru dari olahan Malon adalah Nasi kebuli Malon dan Sego wiwit Malon. Nasi Kebuli Malon ala Cupawatu Resto ini berwarna kuning dengan rasa khas rempah timur tengah. Sedangkan untuk sego wiwit ini menggunakan nasi putih dan ingkung malon. Menu baru ini cocok untuk sajian keluarga karena disajikan dengan porsi 5 orang ataupun untuk acara syukuran.
Salah satu minuman yang ditawarkan dari restaurant Cupuwatu
ini adalah Lychee. Minuman segar berisi Cherry sebagai hiasan, agar-agar
berwarna merah, nata de coco dan tentu saja buah lychee. Rasa yang ditawarkan
dari minuman ini adalah manis yang berasal dari sirup melon dan air sari buah
lychee. Aroma dan rasa lyche yang kuat sangat terasa di setiap seduhan minuman
ini
![]() |
| Lychee |
![]() |
| Menu baru Cupuwatu Resto |
Alamat :
Komplek Grand Cupuwatu
Jl Solo Km 11,8 Kalasan Yogyakarta
Telp (0274) 4469261
www.CupuwatuResto.com
Jumat, 14 Maret 2014
LELAH!
Apa yang kamu harapkan dari sebuah hubungan
jarak jauh?
Apa yang selalu membuat kamu ingin
mempertahankan hubungan jarak jauh?
Aku, pelaku hubungan jarak jauh. Jauh sekali.
Ini pertama kalinya. Aku tak pernah tau untuk apa aku menunggu, untuk apa aku mempertahankan,
untuk apa aku merindu. Untuk siapa semua itu? Untukku? (atau) untuknya? Ntah!
Semua pasti tau. Cinta tak selalu
menyenangkan. Tak selalu membahagiakan. Tak selalu saling membutuhkan. Aaah itu
cinta? Sungguh?
Awal menjalani hubungan jarak jauh, senyuman
dan kerinduan masih selalu menyelimuti. Kerinduan yang terkadang harus di
sembunyikan demi beberapa hari setelahnya untuk sebuah tawa bersama.
Setelah tawa itu tercipta, entah mengapa
semua berbuah menjadi tetas airmata yang menyelimuti. Akankah ini masih bisa
disebut cinta?
Berubah itu biasa. Tapi akankah sebuah
perubahan selalu membuat kita merasa lebih baik? Nggak! Terkadang perubahan
membuat kita semakin semakin dan semakin terpuruk.
“Kamu ataukah aku yang berubah?”
Pertanyaan menggelikan yang pernah aku
dengar. Seperti itu kau tanyakan? Tak akan pernah aku menjawabnya sampai
kapanpun. Adakah pertanyaan lain yang mewakili kepedulianmu terhadapku?
Pernahkan kamu menanyakan padaku seberapa
lelahkah aku menunggu? Lelah! Aku lelah. Untuk semuanya. Untuk penantian yang
(seharusnya) menyenangkan. Pedulikah kamu akan itu?
Kebodohanku terluang lagi. Aku memang bodoh
sekali. Selalu menunggu hal yang sudah jelas bukan untuk di tunggu. Aku selalu berperang dengan hatiku sendiri.
Percaya akan semua penantianku yang (semoga) berbuah manis. Tapi apa daya.
Menunggu hanyalah menunggu. Membuang seluruh malamku yang berkualitas untuk
menunggu. Menggelikan memang!
Harusnya, aku tak pernah merasa sakit akan
hal ini. Ini hal simple. Sederhana. Sepele. Tapi entah kenapa, aku merasa sakit
sekali. Sampaii ketulang-tulang.
Terkadang terlintas untuk sendiri. Yaa
sendiri tanpa ikatan. Bebas. Lepas.
Namun kurasa cukup ku menunggu
Semua rasa telah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Jumat, 14 Februari 2014
Senja tahun lalu
Aku rindu
Aku merindukan senja
Senja indah tahun lalu
Senja indah di pulau terindah
Bolehkan aku mengulangnya?
Aku rindu
Sangat rindu
Boleh kan?
Tepat dihari ini
Tepat diwaktu ini
Disore indah dan penuh canda
Ijinkan aku sebentar saja
Setidaknya ijinkan aku mengenangnya
Mengenang dalam tulisan saja
Senin, 10 Februari 2014
The Readers - ex IPA 1
Menyelesaikan sekolah menengah di SMA N 1
Depok a.k.a BBC dan menduduki kelas terbaik (katanya). SMA yang masih cupu dan
polos. Karena berada di kelas unggulan, aku mau nggak mau mengikuti habbit
mereka yang gapernah nyontek. Aku bener-bener jadi anak baikbaik saat SMA.
Menginjak kelas 2 dan tiga, karena berada dikelas IPA terbaik, aku jadi
ikutikutan (sok) baik. Aku rajin solat dhuha, rajin solat dhuhur tepat waktu
adzan, gak pernah nyontek, dan rajin belajar. Itu semua kulakukan demi mengejar
ketertinggalan mereka yang larinya secepat jaguar.
Di kelas, aku dekat dengan
semuanya. Aku nggak pernah menilai mereka dari segi manapun. Aku suka bergaul
dengan siapa saja kecuali mereka yang dapat berpengaruh buruk terhadap hidupku.
Aku suka teman temanku karena mereka saling support.
Saat kelas X, aku berada di kelas B. kelas
kedua terbaik. Kelas ini diurutkan berdasarkan nilai dan kepemilikan agama,
agak aneh sih, tapi yaudahlah. Di kelas X aku selalu sama shinta. Dia teman
terbaik yang pernah aku miliki. Walaupun agak oneng begitu, dia baik banget
lho.
Masuk kelas XI, aku nggak pernah menduga
kalau aku masuk IPA1. IPA terbaik dimana anak yang berada disana adalah anak
dengan nilai akademis terbaik. Aku nggak pernah berharap berada disana.
Sungguh! Dan di kelas XI, aku kembali bersama Shinta, yaaah apamau dikata.
Berada dikelas terbaik, bukan berarti aku
seketika bangga terus. Aku harus ekstra sabar menghadapi kecerdasan
teman-temanku yang sudah melintang di dunia olimpiade. Akhirnya dari 34 anak
dikelasku, 24nya mengikuti seleksi olimpiade kabupaten lho, aku termasuk
didalamnya. Aku mengikuti olimpiade IT. Aku selalu
gagal diseleksi terakhir olimpiade matematika, makanya guru matematikaku
merekomendasikan aku di olimpiade IT. Dan ternyata logika berfikirku ada
disana.
Di pergantian antara kelas XI ke XII ,
kelasku kembali mencetak prestasi. Dhanu Ratman Saputra, temenku yang paling
absurd itu lolos jadi paskibraka nasional mewakili Yogyakarta bersama titis
wardiyani dari SMK 2 Kasihan . Betapa bangganya kami padanya. Seorang dhanu
yang soksokan mahomahoan dikelas, ternyata ooh ternyata. Bangga!
Menginjak kelas XII, aku harus
ekstra belajar. Sekolah-les disekolah-bimbel. Super sibuk. Demi teknik geologi
yang kukejar di UGM, aku suka teknik. Semenjak kelas XII aku sudah bertekat
akan menjadi anak yang kuat dengan
kuliah di teknik, aku harus bisa!
UGM teknik geologi dan geofisika
gagal. UPN perminyakan dan pertambangan gagal. Yasudah, mimpiku ke pertamina
harus digagalkan sebentar. Kembali ke realistis sebentar deh.
Foto ini diambil ketika kami mengantarkan teman terbaik kami, Dhanu untuk berangkat ke Jakarta guna mengikuti pelatihan khusus untuk Paskibraka Nasional. Dhanu menjadi satu-satunya wakil utama dari Yogyakarta yang diamanatkan untuk mengikuti Paskibraka di pasukan 45 (kalau aku tidak lupa).
Kamis, 23 Januari 2014
kalau aku menjadi tembok biru
Kalau aku menjadi tembok berwarna biru ini, mungkin aku akan protes kepada orang yang memukulku. Kalau diberi perasaan dendam, akan kubalas orang yang memukulku sampai aku terpecah menjadi bongkahan kecil. Apa salahku? Apa aku membuatnya terluka? Kan tidak! Begitu manusia, selalu mencari pelampiasan salah bukan pada tempatnya.
Tapi kita sama sama sakit. Aku terpecah dan si manusia terluka di tangannya. Walaupun hanya sedikit darah. Tapi apakah aku senang? Tidak! Justru si manusia yang terpuaskan karena adanya aku. Untung saja aku kuat. Kalau aku tidak kuat, mungkin aku sudah di hancurkannya bersama teman-teman tembok yang lain disini. Mau jadi apa kami? :’(
Kadang kami berpikir(kalau kami punya otak) kenapa harus kaum kami yang menjadi pelampiasan. Apakah karena kami selalu ada didekat meraka? Apakah karena kita diam? Apakah karena kita tak punya hati? Kenapa manusia menjadikan kami pelampiasan. Terkadang kami juga ingin memberontak. Mencari keadilan. Dasar manusia, selalu mencari-cari kepuasan!
Tapi kita sama sama sakit. Aku terpecah dan si manusia terluka di tangannya. Walaupun hanya sedikit darah. Tapi apakah aku senang? Tidak! Justru si manusia yang terpuaskan karena adanya aku. Untung saja aku kuat. Kalau aku tidak kuat, mungkin aku sudah di hancurkannya bersama teman-teman tembok yang lain disini. Mau jadi apa kami? :’(
Kadang kami berpikir(kalau kami punya otak) kenapa harus kaum kami yang menjadi pelampiasan. Apakah karena kami selalu ada didekat meraka? Apakah karena kita diam? Apakah karena kita tak punya hati? Kenapa manusia menjadikan kami pelampiasan. Terkadang kami juga ingin memberontak. Mencari keadilan. Dasar manusia, selalu mencari-cari kepuasan!
Selasa, 21 Januari 2014
Menenun Rindu Masa Kecil
- Tibatiba aku rindu masa kecil. Rindu bermain-main di komplek aspol pathuk ngampilan. Aku rindu temanteman mainku di kompleks. Rindu mencium aroma bakpia pathuk setiap hari.(Foto masa kecil)Aku anak pertama dari dua bersaudara yang (terkadang) akur. Annisa Fathona Tunnisa' dan Annita Fadhilatur Rizqi. Kata bapak ibuk, namaku diberikan oleh seorang kiai dari pondok pesantren di Mlangi Gamping yang sekarang sudah meninggal.
Aku terlahir dengan mata sipit, pipi chubby, dan kulit super putih. Sama sekali enggak mirip orangtua. Aku paling suka bergaya didepan kamera karena bapak sejak dulu suka mengabadikan setiap momentku. Bakat narsisku sudah terlatih sejak kecil.
Dulu, aku tinggal di aspol pathuk ngampilan. Kompleks yang berada di sentra industri makanan khas jogja, bakpia. Sebuah rumah kecil dengan dua kamar tanpa halaman rumah. Pemukiman padat merayap dengan tetangga yang ramah.
Aku tinggal bersama bapak, ibuk, dan mba sepupu yang sedang menyelesaikan sekolah (kalau tidak salah) di SMK 1 Yogyakarta. Teman-teman main dikompleks aku udah lupa namanya, tapi aku masih ingat dimana dia tinggal. Aku cuma ingat ical, teman mainku dulu. Rumahnya tepat didepan rumahku.
Hal yang paling kurindukan waktu kecil adalah bermain telepon umum. Kita sering menelpon siapapun hanya dengan memasukkan koin seratus rupiah. Tapi karena waktu itu aku bandel, telepon umum tersebut ku pukul-pukul sampai koinnya keluar lagi. Kuulangi lagi sampai aku bosan bermain-main.
Setiap hari setelah solat maghrib, orangtua selalu mengajakku ke ramai mall. Waktu itu terlihat megah sekali. Aku selalu suka membeli gaun-gaun lucu tapi nggak pernah diizinkan untuk membelinya. Kalau di ramai mall, aku paling takut kalau naik eskalator. Aku takut ketinggian.
Akses dari rumah ke ramai mall hanya perlu jalan kaki sekitar 10 menit saja. Dulu kalau mau ke malioboro atau beli apa saja di area malioboro dan jl. K.H. Ahmad Dahlan, hanya dengan jalan. Maksimal naik becak. Akses mudah dan murah.
Saat aku berumur (kurang lebih) tiga tahun, aku dibelikan sepeda sama ibu. Toko sepedanya ada di JL. K.H Ahmad Dahlan(sekarang masih ada). Dulu harga sepeda hanya 99.000 ribu rupiah. Aku memilih wim cicle warna ungu. Sepeda itupun sampai sekarang juga masih. Itu sepeda pertama yang aku miliki.
Dulu aku sering main dirumahnya Bu tin. Dia seorang perias. Aku dulu saking manjanya pernah minta lampu hias yang ada dirumahnya. Lampuya lucu, kalau dipegang di badan lampu bisa menyala sendiri. Aku sering sekali diberi uang sama Bu Tin waktu aku main kesana. Setelah aku besar, aku baru tau kalau ternyata bu tin itu perias di kraton. Aku tau setelah ibu memberi tau saat putri sultan menikah. Ooh, itu bu tin? (Manggut-manggut)
Aku tinggal di aspol pathuk sampai tahun 1998. Ketika terjadi kerusuhan rezim orde baru, aku pun masih disana. Setelah kerusuhan mereda, bapak ibuk memutuskan pindah dan membangun rumah yang kutempati sekarang.
Saat membangun rumah yang kutempati ini, aku jarang tinggal dengan orangtuaku. Aku lebih lengket dengan oomku, oom laily dan oom wit. Tapi oom wit ternyata sudah dipanggil oleh allah terlebih dahulu. Oom laily dan simbah yang selalu menemaniku karena orang tuaku sibuk dengan pembangunan rumah. Sampai sekarang aku selalu lengket sama oom dan simbah.
Aku selalu merindukan masa kecilku. Bermain main bebas tanpa beban. Hal baru yang aku temukan saat aku pindah rumah adalah sawah dan sungai. Aku nggak pernah bermain disana sewaktu masih tinggal di komplek. Tapi sekalinya bermain disawah atau sungai, pulang pasti sudah dengan kulit babak belur dihajar nyamuk. Tapi seru. Aku nggak pernah menyesali masa kecil di dua dunia yang indah. Semuanya menyenangkan. Aku rindu masamasa itu.
Bersama oom :)

Bersama Mbah Kung :)
Minggu, 12 Januari 2014
Loro
ketika aku tersakiti, aku cuma bisa diam dan menangis
ketika semua kesakitan harus diungkapkan, mulut ini terasa bisu sesaat
aku bingung
kalau saja ada obrolan dua arah
pasti tak seperti ini
marah . . .
marah . . .
marahlah . . .
kalau kita marah bersama-sama, akan lebih lega setelahnya
kamu terlalu tega membuat aku jadi sedih
ketika semua kesakitan harus diungkapkan, mulut ini terasa bisu sesaat
aku bingung
kalau saja ada obrolan dua arah
pasti tak seperti ini
marah . . .
marah . . .
marahlah . . .
kalau kita marah bersama-sama, akan lebih lega setelahnya
kamu terlalu tega membuat aku jadi sedih
Senin, 06 Januari 2014
Oleh-oleh senja kedua tahun baru
Oleh-oleh dari nyenja di amplas.
dasar warna baju kita sama lho. sumpah ini nggak disengaja.
Akhirnya kita punya foto bareng juga hahaahaaa~
Lima bulan nggak ketemu, hanya ini yang dirindukan :)
Natural :)
Day Last
hari terakhir mengantarkanmu kembali ketanah rantau :'(
kamu hatihati yaa :') jaga diri baikbaik. semoga setelah kita bertemu, semakin berkah dan semakin semangat untuk bekerja lagi :)
miss you
Langganan:
Postingan (Atom)












