Kalau aku menjadi tembok berwarna biru ini, mungkin aku akan protes kepada orang yang memukulku. Kalau diberi perasaan dendam, akan kubalas orang yang memukulku sampai aku terpecah menjadi bongkahan kecil. Apa salahku? Apa aku membuatnya terluka? Kan tidak! Begitu manusia, selalu mencari pelampiasan salah bukan pada tempatnya.
Tapi kita sama sama sakit. Aku terpecah dan si manusia terluka di tangannya. Walaupun hanya sedikit darah. Tapi apakah aku senang? Tidak! Justru si manusia yang terpuaskan karena adanya aku. Untung saja aku kuat. Kalau aku tidak kuat, mungkin aku sudah di hancurkannya bersama teman-teman tembok yang lain disini. Mau jadi apa kami? :’(
Kadang kami berpikir(kalau kami punya otak) kenapa harus kaum kami yang menjadi pelampiasan. Apakah karena kami selalu ada didekat meraka? Apakah karena kita diam? Apakah karena kita tak punya hati? Kenapa manusia menjadikan kami pelampiasan. Terkadang kami juga ingin memberontak. Mencari keadilan. Dasar manusia, selalu mencari-cari kepuasan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar