Jumat, 14 Februari 2014

Senja tahun lalu

Aku rindu
Aku merindukan senja
Senja indah tahun lalu
Senja indah di pulau terindah

Bolehkan aku mengulangnya?
Aku rindu
Sangat rindu
Boleh kan?

Tepat dihari ini
Tepat diwaktu ini
Disore indah dan penuh canda

Ijinkan aku sebentar saja
Setidaknya ijinkan aku mengenangnya

Mengenang dalam tulisan saja

Senin, 10 Februari 2014

The Readers - ex IPA 1

Menyelesaikan sekolah menengah di SMA N 1 Depok a.k.a BBC dan menduduki kelas terbaik (katanya). SMA yang masih cupu dan polos. Karena berada di kelas unggulan, aku mau nggak mau mengikuti habbit mereka yang gapernah nyontek. Aku bener-bener jadi anak baikbaik saat SMA. Menginjak kelas 2 dan tiga, karena berada dikelas IPA terbaik, aku jadi ikutikutan (sok) baik. Aku rajin solat dhuha, rajin solat dhuhur tepat waktu adzan, gak pernah nyontek, dan rajin belajar. Itu semua kulakukan demi mengejar ketertinggalan mereka yang larinya secepat jaguar.
                Di kelas, aku dekat dengan semuanya. Aku nggak pernah menilai mereka dari segi manapun. Aku suka bergaul dengan siapa saja kecuali mereka yang dapat berpengaruh buruk terhadap hidupku. Aku suka teman temanku karena mereka saling support.
Saat kelas X, aku berada di kelas B. kelas kedua terbaik. Kelas ini diurutkan berdasarkan nilai dan kepemilikan agama, agak aneh sih, tapi yaudahlah. Di kelas X aku selalu sama shinta. Dia teman terbaik yang pernah aku miliki. Walaupun agak oneng begitu, dia baik banget lho.
Masuk kelas XI, aku nggak pernah menduga kalau aku masuk IPA1. IPA terbaik dimana anak yang berada disana adalah anak dengan nilai akademis terbaik. Aku nggak pernah berharap berada disana. Sungguh! Dan di kelas XI, aku kembali bersama Shinta, yaaah apamau dikata.
Berada dikelas terbaik, bukan berarti aku seketika bangga terus. Aku harus ekstra sabar menghadapi kecerdasan teman-temanku yang sudah melintang di dunia olimpiade. Akhirnya dari 34 anak dikelasku, 24nya mengikuti seleksi olimpiade kabupaten lho, aku termasuk didalamnya. Aku mengikuti olimpiade IT. Aku selalu gagal diseleksi terakhir olimpiade matematika, makanya guru matematikaku merekomendasikan aku di olimpiade IT. Dan ternyata logika berfikirku ada disana.
Di pergantian antara kelas XI ke XII , kelasku kembali mencetak prestasi. Dhanu Ratman Saputra, temenku yang paling absurd itu lolos jadi paskibraka nasional mewakili Yogyakarta bersama titis wardiyani dari SMK 2 Kasihan . Betapa bangganya kami padanya. Seorang dhanu yang soksokan mahomahoan dikelas, ternyata ooh ternyata. Bangga!
                Menginjak kelas XII, aku harus ekstra belajar. Sekolah-les disekolah-bimbel. Super sibuk. Demi teknik geologi yang kukejar di UGM, aku suka teknik. Semenjak kelas XII aku sudah bertekat akan menjadi anak  yang kuat dengan kuliah di teknik, aku harus bisa!
                UGM teknik geologi dan geofisika gagal. UPN perminyakan dan pertambangan gagal. Yasudah, mimpiku ke pertamina harus digagalkan sebentar. Kembali ke realistis sebentar deh.

Foto ini diambil ketika kami mengantarkan teman terbaik kami, Dhanu untuk berangkat ke Jakarta guna mengikuti pelatihan khusus untuk Paskibraka Nasional. Dhanu menjadi satu-satunya wakil utama dari Yogyakarta yang diamanatkan untuk mengikuti Paskibraka di pasukan 45 (kalau aku tidak lupa).