Apa yang kamu harapkan dari sebuah hubungan
jarak jauh?
Apa yang selalu membuat kamu ingin
mempertahankan hubungan jarak jauh?
Aku, pelaku hubungan jarak jauh. Jauh sekali.
Ini pertama kalinya. Aku tak pernah tau untuk apa aku menunggu, untuk apa aku mempertahankan,
untuk apa aku merindu. Untuk siapa semua itu? Untukku? (atau) untuknya? Ntah!
Semua pasti tau. Cinta tak selalu
menyenangkan. Tak selalu membahagiakan. Tak selalu saling membutuhkan. Aaah itu
cinta? Sungguh?
Awal menjalani hubungan jarak jauh, senyuman
dan kerinduan masih selalu menyelimuti. Kerinduan yang terkadang harus di
sembunyikan demi beberapa hari setelahnya untuk sebuah tawa bersama.
Setelah tawa itu tercipta, entah mengapa
semua berbuah menjadi tetas airmata yang menyelimuti. Akankah ini masih bisa
disebut cinta?
Berubah itu biasa. Tapi akankah sebuah
perubahan selalu membuat kita merasa lebih baik? Nggak! Terkadang perubahan
membuat kita semakin semakin dan semakin terpuruk.
“Kamu ataukah aku yang berubah?”
Pertanyaan menggelikan yang pernah aku
dengar. Seperti itu kau tanyakan? Tak akan pernah aku menjawabnya sampai
kapanpun. Adakah pertanyaan lain yang mewakili kepedulianmu terhadapku?
Pernahkan kamu menanyakan padaku seberapa
lelahkah aku menunggu? Lelah! Aku lelah. Untuk semuanya. Untuk penantian yang
(seharusnya) menyenangkan. Pedulikah kamu akan itu?
Kebodohanku terluang lagi. Aku memang bodoh
sekali. Selalu menunggu hal yang sudah jelas bukan untuk di tunggu. Aku selalu berperang dengan hatiku sendiri.
Percaya akan semua penantianku yang (semoga) berbuah manis. Tapi apa daya.
Menunggu hanyalah menunggu. Membuang seluruh malamku yang berkualitas untuk
menunggu. Menggelikan memang!
Harusnya, aku tak pernah merasa sakit akan
hal ini. Ini hal simple. Sederhana. Sepele. Tapi entah kenapa, aku merasa sakit
sekali. Sampaii ketulang-tulang.
Terkadang terlintas untuk sendiri. Yaa
sendiri tanpa ikatan. Bebas. Lepas.
Namun kurasa cukup ku menunggu
Semua rasa telah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar